Menu

penginapan

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

02.08

Hotel / Akomodasi

【 Tipe-tipe Penginapan 】

Selanjutnya adalah mencari tempat penginapan.

Selain hotel, ada beberapa tipe penginapan di Jepang, dimana masing-masing memiliki ciri khas, suasana, budget, dan fasilitas yang berbeda-beda.

Yang paling berbeda dengan di Indonesia adalah; harga yang tertera biasanya merupakan biaya per orang.

City Hotel Hotel di kota-kota besar, seperti Hilton, Sheraton, dan lain-lain.
Biasanya kamar hotel didesain ala barat (western sytle) dengan tempat tidur. Di dalam kamar juga ada toilet dan bath tub untuk berendam.

Untuk tarifnya, tergantung kelas hotelnya, namun biasanya berkisar antara 7000 – 30,000 yen per orang per malam.Business HotelMirip dengan hotel biasa, tapi biasanya 1 kamar untuk 1 orang. Ada juga 1 kamar untuk 2 orang.
Kesan utama business hotel ini adalah hotel untuk para pekerja (businessman) yang menginap dalam rangka perjalanan dinas.
Jika dibandingkan dengan hotel biasa, kamar di business hotel ini lebih sempit dan tidak ada barang-barang yang terkesan “tidak perlu”.
Toilet dan bath tub terdapat di dalam kamar, namun ukurannya kecil.
Mengenai harga, relatif lebih murah dibanding hotel biasa, yaitu sekitar 3500 – 9000 yen per orang per malam.
Harga tersebut sudah termasuk makan pagi berupa onigiri atau roti yang disajikan di dekat lobi hotel (buffet style).

kamar 1Penyajian seperti ini karena businessman biasanya tidak punya banyak waktu untuk sarapan karena jadwalnya yang padat.

bangunan hotel

bangunan hotel

suasan di dalam hotel

 

Ryokan Umumnya bergaya ala Jepang (Japanese style), yaitu penginapan ala tradisional Jepang dengan kamar beralaskan tatami, dan alas tidur berupa futon.
Di dalam kamar tersedia yukata, yang tentu selain bisa dipakai di dalam kamar, juga dapat dipakai di luar ruangan.
Untuk masing-masing kamar, ada seorang “nakai san” yaitu orang yang mengurus keperluan kamar. Misalnya membawakan ocha ke kamar atau menyiapkan futon untuk tidur di saat tamu sedang makan malam di ruang makan.
Bagi orang Jepang, sudah merupakan hal yang wajar jika “nakai san” menyiapkan futon untuk tidur di saat tamu sedang makan di ruang makan. Tidak perlu khawatir akan kehilangan uang dan barang-barang. Kecuali jika sedang bernasib jelek. Hehe…
Di tempat wisata pemandian air panas (onsen), banyak penginapan yang bergaya seperti ini. Biasanya di dalam ryokan, terdapat onsen yang besar dimana kita bisa merasakan suasana Jepang.

Untuk makan malam, ada 2 tipe: “nakai san” membawakan ke kamar, atau makan di ruang makan di hotel.
Tipe makan malam biasanya bukan ala buffet, melainkan course by course yang tidak bisa dipilih menunya. Menu makanan biasanya sudah ditentukan sebelumnya, dan selalu berganti setiap harinya. “Nakai san” akan menjelaskan mengenai makanan—biasanya makanan khas Jepang—yang dihidangkan (penjelasan dalam bahasa Jepang). Mengenai tarif per malam, kira-kira sama dengan rate city hotel.

ryokan 1ryokan 3ryokan 2

Minshuku Tipe penginapan ini lebih kecil daripada ryokan, umumnya hanya tersedia 5 kamar.
Minshuku merupakan penginapan berskala kecil yang dikelola oleh perorangan, sehingga tidak ada ketentuan apakah menggunakan Japanese Style atau Western Style. Justru biasanya mengedepankan suasana “rumah” sehingga kita merasa sedang berada di rumah sendiri. Setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh peraturan pemerintah, seperti harus adanya fasilitas front desk dan sebagainya, para pengelola pribadi bisa mengajukan izin ke pemerintah untuk mengelola minshuku.

Ada beberapa tipe minshuku: lodge, pension (guest house), Japanese Style, dan lain-lain.

Untuk tipe minshuku ini, kamu bisa memilih kamarnya termasuk fasilitas makan atau tidak. Makanannya dimasak oleh ibu pemilik minshuku. Untuk kamu yang muslim, mungkin beberapa hari sebelumnya kamu bisa minta untuk dibuatkan masakan yang tidak mengandung babi ya 

Toilet dan ofuro (tempat berendam) umumnya untuk digunakan bersama.
Tarifnya relatif murah, kira-kira setara dengan tarif business hotel.  2 Capsule hotel

Ofuro dan toilet untuk digunakan bersama.

Tidak disediakan kamar untuk masing-masing orang, tapi ada tempat tidur sendiri-sendiri. Dinamakan capsule hotel karena tempat tidurnya berada di booth (tempat kecil) yang membuat kita merasa seperti di dalam kapsul.

Di tempat ini tidak ada privasi. Tidak boleh berisik. Harus selalu menjaga ketenangan, khususnya di malam hari.

Biasanya booth pribadi tidak bisa dikunci. Tapi, tidak masalah karena di dalam booth hanya ada tempat tidur. Barang-barang diletakkan di luar (disediakan kunci) atau dititipkan di front desk.

Tarif per malamnya lebih murah dibanding tipe-tipe penginapan sebelumnya, sekitar 2500 – 6000 yen.

Akhir-akhir ini semakin banyak capsule hotel yang dilengkapi dengan fasilitas onsen (pemandian air panas ala Jepang).

 Air-BnB

Air-BnB Di Jepang, hotel dan tipe penginapan lain harus memiliki perizinan dari pemerintah. Dan untuk mendapatkan izin tersebut, tempat penginapan harus menyediakan fasilitas yang telah ditentukan.

Akan tetapi, akhir-akhir ini mulai berkembang Air-BnB, yaitu penyewaan tempat tinggal biasa.
Sebenarnya ini ilegal. Dan dengan banyaknya turis yang berkunjung ke Jepang, peraturan dan kebijakan semakin diperketat.
Memang tidak mungkin pengguna dikenakan sanksi atau penalti. Meski demikian, akan lebih baik jika dilihat dahulu terms and conditions sebelum memutuskan untuk menggunakan Air BnB.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, para tetangga mungkin tidak sadar mengenai Air BnB. Jadi, bisa saja masalah kecil akan menjadi besar di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, jika ingin menginap melalui Air BnB, mohon perhatikan “do’s and don’ts” yang disyaratkan oleh pemilik rumah.