Menu

Sopan Santun (Tata Krama) di Jepang, Mengenai Tabu

Jepang dikenal sebagai negara yang ‘serba mengejutkan’. Sebelum  benar-benar terkejut, sebaiknya kamu mencari tahu tentang budaya, adat istiadat, tata krama, etika,  agama hingga sesuatu yang dianggap tabu. Jepang, mungkin, tidak memiliki hal tabu (dilarang secara agama dan adat istiadat) sebanyak di Indonesia. Akan tetapi, ada berbagai ‘aturan tidak tertulis’ dan tata krama yang mengikat masyarakat Jepang. ‘Aturan dan tata krama’ yang ketat tersebut tentunya disertai dengan sanksi bagi  para pelanggarnya. Dengan kata lain, orang Jepang yang biasanya penuh sopan santun tidak segan untuk memberi sanksi berat bagi pelanggar tata krama.

Di bawah ini ada beberapa contoh umum tata krama di Jepang. Silakan dibaca dengan baik sebelum kamu pergi ke Jepang.

TIDAK BOLEH BERISIK DI TEMPAT UMUM

Tentu di Indonesia juga sama, tetapi mungkin akan bingung dan terkejut dengan standar “hening” yang berbeda.

Saat penulis artikel ini pergi ke Jepang, ada rombongan orang Indonesia menginap di hotel yang sama. Mereka diusir dari hotel karena berisik. (Maret 2016, sebuah hotel di Tsukiji)

TEMPAT MEROKOK

Di kota-kota besar, semua area merupakan tempat dilarang merokok, kecuali tempat-tempat tertentu yang diperbolehkan untuk merokok. Bahkan, di tempat terbuka (di luar ruangan) pun dilarang merokok. Jika tertangkap oleh “pengawas”, bisa dikenakan denda 1000 – 2000 yen (berbeda-beda tergantung pada peraturan daerah).

PERALATAN MAKAN SETELAH SELESAI MAKAN

Setelah selesai makan, khususnya di restoran cepat saji dan food court pusat perbelanjaan, kamu harus membereskan sendiri sisa makanan lalu kembalikan nampan makan ke tempat yang sudah disediakan. Sampah sisa makanan pun harus dipisahkan antara sampah yang bisa dibakar (organik) dan sampah yang tidak bisa dibakar (anorganik).

Perlu kamu ketahui, hal tersebut tidak perlu kamu lakukan ketika makan di restoran.

ESKALATOR

Khususnya pada eskalator di stasiun kereta. Kamu harus berdiri di satu sisi dan membiarkan sisi lain kosong untuk membuka jalan bagi orang-orang yang ingin bergegas. Namun, hal yang menyulitkan adalah perbedaan posisi berdiri dan arah antara stasiun Jepang bagian Timur dan Jepang bagian Barat. Di Jepang bagian Timur, sisi berdirinya di sebelah kiri (untuk berjalan di sisi kanan), sedangkan di Jepang bagian Barat sisi berdirinya di sebelah kanan (untuk berjalan di sisi kiri).