Menu

Empat Musim di Jepang

Ada 4 musim di Jepang. Jadi, meskipun kamu mengunjungi tempat yang sama, masing-masing musim menampilkan pemandangan yang berbeda.

Contohnya seperti Kiyomizu Temple yang terkenal ini.

Semi

Panas

Gugur

Dingin

Pada musim semi, terlihat nuansa warna pink dari bunga sakura.

Pada musim panas, terlihat nuansa warna hijau karena dedaunan yang baru tumbuh.

Pada musim gugur, terlihat nuansa warna merah kecoklatan yang merupakan efek perubahan warna dedaunan di musim ini.

Pada musim dingin, terlihat nuansa warna putih dari salju.

Cantik ya? Kamu suka musim apa?

Saya suka musim dingin. Pemandangan yang diselimuti salju memberi kesan misterius, kan?

Tapi…

Jika tidak turun salju, yang terlihat hanya pepohonan yang seakan-akan mati karena daunnya telah rontok semua.

Lagipula, salju yang bisa menumpuk tebal di Kyoto hanya bisa terjadi 3 tahun sekali, dan akan mencair dalam waktu 3 hari. Jadi, sepertinya tidak mungkin untuk melihat Kiyomizu yang diselimuti salju.

Sama halnya dengan sakura.

Setiap tahunnya, sakura selalu mekar di musim semi, dan akan mekar sempurna 1 minggu sejak mulai mekar. Namun, bunga sakura sangat mudah berguguran akibat tertiup angin. Satu minggu setelah mekar sempurna, warna pink bunga sakura kemudian menjadi setengahnya saja, lalu daunnya yang hijau pun mulai muncul.

Banyak yang mengira bunga sakura dapat dilihat kapan saja sepanjang musim semi, namun akhirnya melewatkan kesempatan melihat bunga sakura.

Oleh karena itu, cari informasi sebanyak-banyaknya di website ini ya, supaya bisa menikmati perjalananmu ke negeri sakura 🙂

MUSIM SEMI
MARET – APRIL – MEI

Musim sakura di Tokyo berkisar antara akhir Maret hingga awal April. Waktunya berbeda-beda tergantung tempat. Lebih detail tentang sakura ada di link ini

Siang hari suhunya hangat. Di bulan Mei, daun-daun mulai terlihat berwarna hijau kekuningan, suasana yang menyenangkan untuk sekedar berjalan-jalan atau hiking. Mungkin karena itulah, di kala Golden Week di bulan Mei, tempat-tempat wisata sangat ramai.

Di musim ini, banyak orang Jepang memakai masker karena alergi terhadap serbuk bunga. Kalau tidak pakai masker, matanya berair dan bersin-bersin tiada henti.

MUSIM PANAS
JUNI – JULI – AGUSTUS

Bulan Juni merupakan musim hujan. Dalam 3 hari, 1 hari di antaranya pasti hujan.

Memasuki bulan Juli, musim hujan berakhir, lalu berlanjutlah cuaca cerah. Mulai akhir bulan Juli hingga pertengahan Agustus, suhunya panas, bahkan lebih panas dibanding di Indonesia. Suhunya rata-rata di atas 35 derajat celcius, bahkan tidak jarang mencapai 39 derajat celcius.

Di musim ini, karena bertepatan dengan liburan sekolah, pantai dan pegunungan sangat ramai dikunjungi. Jangan lupa untuk memakai topi dan memperbanyak cairan saat beraktivitas di luar ruangan.

MUSIM GUGUR
SEPTEMBER – OKTOBER – NOVEMBER

Musim momiji (daun berwarna merah kecoklatan)

Merupakan musim yang sibuk di daerah pedesaan untuk memanen padi dan berbagai sayuran. Musim panen.

Di saat hari cerah, langit berwarna biru, hawanya sejuk, sangat nyaman untuk berjalan-jalan di luar.

Suhu yang panas sudah berakhir, baju yang digunakan pun mulai agak tebal.

Entah karena suhu dingin, nafsu makan pun mulai bertambah. Dan banyak orang Jepang yang mulai menggemuk.

MUSIM DINGIN
DESEMBER – JANUARI – FEBRUARI

Saatnya mengenakan jaket tebal. Sarung tangan juga sebaiknya disiapkan.

Daerah yang saljunya menumpuk adalah bagian utara Kanto, Tohoku, dan Hokkaido. Di Tokyo dan Osaka, salju yang turun lebat hanya sekitar 2 hari dalam setahun.

Oleh karena hawanya yang kering, kulit dan bibir cenderung kasar dan pecah-pecah. Jangan lupa selalu membawa lip balm dan hand cream ya!

Biasanya banyak orang mulai sakit flu atau masuk angin.

Harap jaga kesehatan ya!