Menu

Cara Membuat E-Paspor

Punya rencana wisata ke Jepang? yang harus kamu punya adalah paspor. Di Indonesia ada dua jenis paspor yang dikenal yakni paspor biasa dan elektronik paspor (e-paspor). Apa ya perbedaan e-paspor dengan paspor biasa?

E-paspor dikenal dengan data yang lebih lengkap dari paspor biasa. Kelengkapan dari data e-paspor akurat dengan adanya data biometrik. Data biometrik ini berupa sidik jari dan bentuk wajah pemilik e-paspor yang dikenali dengan cara pemindaian (scan). Sedangakan untuk paspor biasa masih harus melewati antrian imigrasi untuk lapor secara manual.

Di bagian depan buku paspor terdapat chip yang sangat baik untuk keamanan pemilik e-paspor. Sehingga sangat sulit untuk di palsukan dibandingkan dengan paspor biasa yang masih rentan untuk dipalsukan.

Keuntungan lain untuk menggunakan e-paspor ini dalam hal kunjungan wisata. Dimana pemilik e-paspor dapat berkunjung ke negara Jepang tanpa menggunakan visa. Untuk pemilik paspor biasa masih harus menggunakan visa untuk mengunjungi negara Jepang.

Selain itu untuk penyetujuan pengurusan visa negara-negara lainnya juga jadi sangat dipermudah karena data yang sudah akurat dan valid sehingga mudah untuk diverifikasi oleh kedutaan negara yang akan didatangi.

Penyimpanan e-paspor juga perlu ekstra, karena apabila chip rusak maka e-paspor ini tidak berlaku. Untuk penanganan ini dapat menghindari chip dari bahan panas, cairan, lembab atau peralatan elektronik.

Untuk biaya pembuatan e-paspor ini sebesar Rp. 655.000 dan paspor biasa sebesar Rp. 355.000

E-paspor sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), seperti yang digunakan pada paspor negara lainnya seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Malaysia, Selandia Baru, Jepang, Swedia dan lainnya.

Prosedur pembuatan e-paspor:

  1. Walk-in
    Untuk pengurusan e-paspor, kamu harus langsung datang ke kantor Imigrasi yang ditunjuk. Biasanya antrian panjang sejak pagi hari sering terjadi. Seperti pada saat tim Clip Jepang sedang melakukan pembuatan sekaligus mengganti paspor biasa ke e-paspor, pukul 6 pagi terlihat di depan pintu gerbang telah ada antrian panjang.
  2. Kantor yang melayani e-paspor
    Saat ini pengurusan e-paspor hanya bisa dilakukan di DKI Jakarta, Batam dan Surabaya. Daerah DKI kamu bisa membuatnya di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Tanjung Priok dan Soekarno-Hatta. Untuk area Batam dapat mengurus di Kantor Imigrasi Batam dan untuk area Surabaya, dapat membuatnya di Kantor Imigrasi Surabaya. Saat itu tim Clip Jepang mengurus e-paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat.
  3. E-Paspor
    Apabila kamu masih memiliki paspor biasa yang masih berlaku sebaiknya tunggu sampai masa berlakunya sudah mendekati masa habis. Ada kesulitan apabila masa berlaku masih panjang mengurus pergantian e-paspor.
  4. Persyaratan
    Ada beberapa kelengkapan yang kamu harus bawa saat membuat e-paspor ini, antara lain:
    a. KTP dan Kartu Keluarga
    b. Akta Kelahiran dan Ijazah
    c. Surat Rekomendasi
    d. Kartu Pelajar
    e. Lembar Pernyataan Paspor Baru (Dapat dibeli di koperasi kantor imigrasi dengan harga Rp 7.500 termasuk materai)
    Bawa juga data yang sudah di fotokopi (semua kukuran A4). Petugas hanya akan melayani pemohon yang membawa dokumen lengkap.
  5. Tidak Dapat Diwakilkan
    Mengurus e-paspor tidak dapat diwakilkan, karena kamu harus foto secara langsung disana dan mengikuti wawancara.
  6. Pembayaran
    Setelah menerima blanko pembayaran atau pesan (sms) yang dikirim ke nomor handphone kamu, tunjukkan ke teller Bank yang bertugas saat pembayaran di Bank yang telah ditentukan.
  7. Pengambilan E-Paspor
    Pengambilan e-paspor ini hanya bisa diwakilkan oleh keluarga yang tercantum pada kartu keluarga dan harus membawa KTP asli. E-Paspor dapat diambil 4 hari setelah pembayaran. Namun jika pendaftar e-paspor banyak, mungkin bisa lebih lama. Bawa bukti pembayaran dari Bank saat pengambilan e-paspor.

*Berpakaian rapi dan menggunakan sepatu saat proses wawancara dan pengambilan paspor.

Komentar

Komentar